Rabu, 25 Mei 2016

5 Fakta Demam pada Bayi yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

5 Fakta Demam pada Bayi yang Mungkin Belum Kamu Ketahui


Inilah 5 Fakta Demam pada Bayi yang Mungkin Belum Kamu Ketahui , Apasajakah itu?? Kita simak saja bersama - sama ya di blog ini ya kawan !!...

Bayi dikatakan mengalami demam ketika suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius atau lebih.Jadi, meski tubuhnya terasa hangat, Terlihat memerah, tapi ketika termometer menunjukkan angka di bawah 38 derajat Celcius, bayimu dapat dikatakan tidak mengalami demam.Ada 5 fakta yang penting untuk diketahui ketika Si Kecil mengalami demam.Ukur suhu tubuhnya melalui anus.Kamu bisa mengukur suhu tubuhnya memakai termometer digital melalui mulut, telinga, ketiak, bagian pelipis, atau anus.Namun, cara akurat untuk mengukur suhu tubuhnya saat demam yaitu dengan memasukkan termometer ke anusnya. Ini juga cara mengukur suhu tubuh termudah pada bayi.


Sebelum memasukkan termometer ke anusnya, pastikan benda tersebut telah dicuci dengan sabun dan dibilas dengan air hingga bersih atau dibersihkan dengan lap alkohol.Oleskan termometer dengan petroleum jelly sebelum memasukkannya ke anus.Lalu, dengan lembut masukkan termometer ke anus sekitar 2,5 cm dan diamkan sekitar 2 menit hingga termometer berbunyi.Kemudian tarik termometer secara perlahan-lahan.

Berikut Ini 5 Fakta Demam pada Bayi yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Usahakan untuk memilih termometer digital dan hindari termometer mengandung merkuri.Di khawatirkan merkuri tersebut dapat membawa dampak buruk bagi bayimu, apalagi jika termometer tersebut pecah.
  1. Demam karena virus atau bakteri.Demam disebabkan oleh dua hal, yakni virus atau bakteri.Demam akibat virus terjadi ketika tubuh Si Kecil berusaha melawan penyakit yang disebabkan oleh virus.Penyakit tersebut bisa berupa pilek, flu atau penyakit di ususnya. Demam jenis ini tidak dapat disembuhkan oleh antibiotik dan dokter tidak perlu meresepkan obat antibiotik.Demam akibat virus biasanya mereda dalam 3 hari dengan sendirinya.Demam akibat bakteri terjadi ketika tubuh Si Kecil melawan infeksi bakteri seperti infeksi telinga, bakteri pneumonia, atau infeksi saluran kencing.Demam jenis ini lebih butuh perhatian khusus ketimbang demam akibat virus, karena kondisi ini bisa memicu hal serius jika tidak ditangani dengan benar.Demam akibat bakteri dapat diatasi dengan antibiotik.
  2. Cara membuatnya nyaman.Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk membuatnya nyaman saat mengalami demam.Kamu bisa memberinya ASI atau susu formula lebih sering. Atau, kamu bisa memberinya air putih atau mungkin minuman penambah cairan seperti Pedialyte khusus bayi.Memandikannya dengan air hangat  
  3. mungkin bisa membantu menurunkan panasnya dan segera angkat dari air ketika dia mulai terlihat menggigil.Kemudian, pilih baju yang ringan dan tutupi tubuhnya dengan kain tipis ketimbang selimut tebal saat membaringkannya di tempat tidur. 
  4. Cara tradisional yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan panasnya yaitu mengompres dahi dan ketiaknya dengan handuk yang sudah dibasahi dengan air hangat. 
  5. Obat-obatan penurun panas.Jika demam tidak kunjung turun setelah dikompres, kamu bisa memberinya obat.Dokter merekomendasikan acetaminophen ketimbang ibuprofen sebagai obat penurun panas untuk bayi berusia di bawah 6 bulan.Konsultasikan dahulu ke dokter sebelum memberikan acetaminophen pada bayi berusia di bawah 3 bulan.Si Kecil baru bisa mengonsumsi kedua obat tersebut saat usianya 6 bulan.Jangan pernah memberinya aspirin karena obat ini kerap dikaitkan dengan kondisi serius dan terkadang fatal (Reye’s syndrome).Berikan obat sesuai dosis yang tertera.Pemberian dosis bayi dan anak-anak ditentukan bukan berdasarkan usia, melainkan berat badannya.
Bayi usia muda juga tidak menampakkan tanda infeksi serius layaknya bayi yang berusia lebih tua.Infeksi darah (sepsis) bisa saja terjadi padanya, namun gejalanya tidak terdeteksi secara kasat mata.Oleh karena itu, bayi muda yang mengalami demam bisa disarankan untuk menjalani tes darah dan urine untuk mengetahui penyebab demamnya.Si Kecil juga disarankan untuk dibawa ke dokter jika dia tidak mau makan, mengalami sesak napas, muntah, diare, muncul ruam, terlihat lesu, mudah marah atau demamnya bertahan lebih dari tiga hari.

Mengetahui Si Kecil mengalami demam mungkin membuat kamu panik.Tetapi ingat, Demam sebenarnya menjadi tanda tubuh bayimu sehat.Saat demam, dia sedang berjuang melawan infeksi.Kebanyakan kasus, kondisi ini bisa hilang dengan sendirinya dan bukanlah penyakit yang serius.Meski begitu, kamu juga harus tetap waspada ketika dia mengalami demam dalam waktu yang lama.

Kunjungi juga website kami http://pusatprodukherbal.com/ dan dapatkan berbagai Informasi kesehatan terbaru setiap harinya.

Demikian Informasi yang dapat saya sampaikan, Semoga dapat bermanfaat bagi khalayak banyak.Terimakasih sudah berkunjung ke blog ini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar